Website — 2025
Yanti Cake & Cookies
Pengembangan platform digital commerce untuk brand kuliner lokal. Fokus utama adalah membangun Digital Presence yang kuat melalui desain visual yang menggugah selera (appetite appeal) dan alur pemesanan yang disederhanakan untuk memaksimalkan konversi penjualan dari trafik media sosial.

Tantangan
Bisnis kuliner rumahan (Home Industry) sering mengalami "Operational Bottleneck": Inefisiensi Order: Waktu habis melayani ratusan chat WhatsApp yang menanyakan hal repetitif (harga, varian rasa, foto produk). Keterbatasan Visual: Media sosial (Instagram/TikTok) bagus untuk awareness, tapi buruk untuk katalog terstruktur. Pelanggan sulit mencari menu spesifik. Trust Issue: Tanpa website profesional, jangkauan pasar terbatas pada lingkaran pertemanan lokal dan sulit menembus pasar B2B (pesanan kantor/corporate) yang menuntut kredibilitas.
Solusi
Kami merancang strategi Web-First yang mengubah cara pelanggan berinteraksi dengan brand: Visual-Driven UX Design: Mengimplementasikan antarmuka yang memprioritaskan fotografi produk berkualitas tinggi (High-Fidelity Assets) namun tetap ringan diakses (Optimized Load Time), memicu impuls pembelian secara instan. Seamless Path-to-Purchase: Mengurangi friction (hambatan) pembelian dengan navigasi kategori yang intuitif. User tidak perlu scroll jauh untuk menemukan apa yang mereka cari. Automated Sales Funnel: Website berfungsi sebagai pre-sales admin. Informasi detail (komposisi, harga, ukuran) disajikan lengkap, sehingga tombol "Pesan Sekarang" mengarahkan pelanggan yang sudah teredukasi dan siap transaksi (Hot Leads) ke WhatsApp, meningkatkan closing rate secara signifikan. Local SEO Optimization: Struktur website dibangun agar mudah ditemukan di pencarian lokal (Google Maps/Search) untuk kata kunci "Kue & Cookies [Nama Kota]", memperluas pasar di luar pelanggan lama.
Galeri Proses



